Harga: Rp49.900,00
Pengarang: Muhaimin Iqbal
Penerbit: GEMA INSANI PRESS
Berat: 0,4 kg
Deskripsi:
Masa depan kehancuran uang kertas telah tampak mulai sekarang, bahkan sebenarnya sejak dulu, ketika dolar AS mulai menguasai dunia. Tahun 1923, di Jerman ibu-ibu lebih suka membakar uang untuk menghangatkan ruangan daripada membeli kayu bakar, karena harga uang kertas dan kayu bakar sama. Pada tahun itu juga orang yang membeli roti harus membawa kereta dorong, bukan untuk mengangkut roti tetapi untuk mengangkut uangnya. Kini 2008,dunia merasakan kembali dampak buruk dari krisis uang kertas ini. Di Indonesia uang rupiah pernah dipotong tiga angka nolnya tahun 1965, namun tiga angka nol tersebut kembali lagi dalam 30 tahun kemudian. Saat ini tidak banyak di antara kita yang menaruh uang rupiah dengan angka nol kurang dari tiga di dompet! Tahun 1998 kekayaan umat Islam Indonesia dalam rupiah jatuh nilainya tinggal I /4 dari nilai sebelumnya hanya dalam hitungan hari. Karena itu Nathan Lewis, senior economist dan kolumnis di Finansial Times dan theWall Street Journal mengatakan, ''Mungkin perlu waktu beberapa tahun atau beberapa puluh tahun, (tetapi) era uang kertas perlahan-lahan akan berakhir. Dunia tidak memiliki pilihan lain kecuali kembali ke hard currency (mata uang sesung-guhnya). Manfaat dari hard currency sungguh luar biasa. Sistem hard currency masa depan akan berdasarkan emas, sama persis dengan yang terjadi di masa lampau.'' MUHAIMIN IQBAL adaiah profil seorang eksekutif sekaligus pemikir, praktisi, dan juga sekaligus akademisi. Sebagai praktisi ia pernah menjabat sebagai Komisaris ytama dan komisaris di banyak perusahaan dan saat ini pemilik dan pengelola Gerai Dinar Sebagai pemikir, untuk dapat terus mengungkapkan pikiran-pikirannya, ia ber-azam untuk menulis minimal satu buah buku setiap tahun sejak umur 40 tahun. Buku yang Anda baca ini adaiah buku keenam yang diterbitkan. Dua buku sebelumnya berbahasa Inggris yaitu General Takaful Practice (GIP, 2005) dan Takaful Solutions (Islamic Insurance Society, 2005). Buku lainnya dalam berbahasa Indonesia yaitu: Asuransi Umum Syariah dalam Praktik (GIP, 2006), Mengembalikan Kemakmuran Islam dengan Dinar dan Dirham (DinarClub, 2007) dan Dinar Solution, Dinar Sebagai Solusi (GIP, 2008). Sebagai akademisi, Iqbal banyak terlibat memberikan pelatihan dan ceramah dalam berbagai subjek seperti Ekonomi Syariah, Asuransi Syariah, Kewirausahaan Islami, dan tentu yang tidak kalah menariknya adaiah subjek dinar dan dirham. Iqbal juga aktif terlibat dalam berbagai organisasi yang terkait dengan ekonomi umat, di antaranya sebagai Ketua Center for Islamic Entrepreneurship Development (CIED). Ketua Umum Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia (AASI), pendiri dan presiden pertama dari Islamic Insurance Society (IIS) dan terakhir terkait dengan buku ini, ia juga Presiden DinarClub.
Dinar The Real Money
Riba dan Tinjauan Praktis Perbankan Syariah
Harga: Rp36.000,00
Pengarang: Muhammad Arifin bin Badri M.A
Penerbit: PUSTAKA DARUL ILMI
Berat: 0,3 kg
Deskripsi:
Syariat Islam bersifat universal, mencakup segala urusan, baik yang berkaitan dengan urusan ibadah ataupun muamalah, sehingga syariat Islam benar-benar seperti yang Allah subhanahu wa ta ala firmankan : ''Pada hari ini, telah Aku sempurnakan untuk kalian agama kalian, dan telah aku cukupkan atas kalian kenikmatan-Ku, dan Aku ridha Islam menjadi agama kalian.'' (QS. Al-Maaidah: 3) Alhamdulillah, fakta llahiy ini mulai disadari kembali oleh umat Islam, sehingga kini kita mulai mendengarkan berbagai seruan untuk menerapkan syariat Islam dalam segala aspek kehidupan. Salah satunya adalah upaya untuk menerapkan sistem perekonomian Islam di bumi Indonesia yang kita cintai ini. Ini semua merupakan indikasi, semakin tumbuhnya kesadaran umat Islam kita, tentang bahaya riba dan berbagai sistem perekonomian yang menyelisihi syariat Islam. Yakinkah harta kita sudah terbebas dari Riba? Atau malah kita secara tak sadar telah terjebak di dalamnya. Buku ini mengupas tuntas seluk-beluk mengenai Riba dan beberapa kaidah penting yang berkenaan dengannya. Juga dilengkapi sorotan yang tajam mengenai contoh-contoh Riba masa kini. Penulis juga melakukan Tinjauan Kritis tentang Perbankan Syariah yang sedang marak akhir-akhir ini. Selanjutnya, kita akan berusaha mengenai lebih dekat tentang akad mudharabah yang telah diklaim menjadi asas perbankan syari'ah di negeri kita. Dengan memahami beberapa hal tersebut, diharapkan kita dapat memahami hakikat perbankan syari'ah yang ada. Apakah Bank Syariah tersebut benar-benar murni syari'ah? Atau hanyalah sekedar kamuflase dari Perbankan Konvensional yang ada saat ini. Bagaimana Pandangan Syariat menilainya? Temukan solusi praktis di dalamnya... Segera bebaskan harta kita dari Riba sekarangjuga! Selamat membaca...



