AHLAN WA SAHLAN

Kami ucapkan selamat kepada anda yang sudah berniat dan bersemangat untuk menambah ilmu agama, selamat datang di area kami yang sederhana ini, anda bisa belanja buku dengan harga terjangkau, mendownload gratis artikel, e-book, rekaman kajian dll. Anda juga di persilakan untuk memberi komentar berupa saran atau kritik yang membangun demi kemajuan blog ini kedepannya
JAZAKUMULLOHU KHOIRON atas kunjungannya

Mantan Kyai NU Menggugat Tahlilan, Istighosahan dan Ziarah Para Wali

Harga: Rp79.000,00
Pengarang: KH. Mahrus Ali
Penerbit: LAA TASYUK PRESS
Berat: 0,7 kg

Deskripsi:
Mana dalilnya? Kok enak saja ngomongin tahlilan, selamatan dan ziarah wali, dikatakan bidah. Itukan hanya omongan orang-orang yang anti tahlilan. Coba!!! tunjukkan mana yang salah dalam amalan kami ini? Dzikir-dzikir yang dibacakan banyak dari ayat al-Quran dan meng-Agungkan nama Allah , bukan mantra-mantra, gitu kok dikatakan bid'ah!!! Lihat keberhasilan dakwah kami, yang begitu menyentuh hati sehingga banyak umat yang simpati, dari kalangan awam sampai cendekiawan bahkan kalangan istana pun ikut-ikutan latah! Bukan seperti dakwah mereka yang bisanya hanya membidahkan dan memojokkan golongan orang yang doyan tahlillan, bahkan menegaskan akan masuk ke dalam neraka. Coba lihat, buku-buku mereka yang anti tahlilan, intinyakan hanya bisa menggugat dan mengkritik amaliah-amaliah kami yang populer dan sudah mengakar di hati umat ini! Judulnya pun banyak yang membingungkan dan memecah belah persatuan antar umat, diantaranya: Tahlil dan Selamatan Menurut Madzhab Syafii, Yasinan, Tahlillan dan Selamatan. Itukan hasyud dan iri hati dengan kesuksesan dakwah kami. Namun bagaimana jika yang menggugat semua amalan yang bid ah, syirik dan kufur kepada Allah tersebut adalah seorang mantan KIAI sang pelaku bid ah itu sendiri. Yang pasti doyan dengan tahlilan, selamatan, istighosahan dan ziarah wali atau ke tempat-tempat yang dianggap keramat. Tentunya Pak KIAI ini dengan membawa dalil dari al-Quran dan as-Sunnah yang shohih, bukan asal-asalan dan nglantur asal ngomong yang tidak berdalil. Apakah ada yang masih tak percaya? Bahwa semua amaliah yang mereka kerjakan tersebut bid'ah dan tertolak yang harus ditinggalkan dan dijauhi sejauh-jauhnya! Generasi sekarang sudah waktunya untuk senantiasa belajar agama kepada ahli hadits yang shohih dan harus berani menolak tuntunan atau ajaran yang tidak pernah dicontohkan Rasulullah shalallahu alaihi wa salam , bukan malah latah ikut-ikutan orang sesat yang menyesatkan. Kalau bukan Rasulullah shalallahu alaihi wa salam , siapa lagi teladan kita? Apa mbah? Kiai? Ustadz? Habib atau orang yang kita anggap alim? Agar amaliah yang kita kerjakan dari usia baligh sampai tua tidak sia-sia belaka, dan kita tidak akan kecewadi akhirhayat nanti. Sungguh apa yang dipaparkan oleh Mantan KIAI NU dalam buku ini. tidak berlebihan dan mengada-ada. la begitu jelas dan gamblang. Disertakan juga hadits-hadits yang shohih dan kitab referensi mulai dari Imam Syafii sebagai panutan mayoritas umat Islam di Indonesia, sampai para ulama Saudi yang pasti tingkat ketauhidannya sudah diakui oleh seluruh ulama dunia.

No response to “Mantan Kyai NU Menggugat Tahlilan, Istighosahan dan Ziarah Para Wali”

Posting Komentar